Migrain atau sakit kepala sebelah bisa terjadi pada setiap orang dan ini membuat orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman. Beberapa hal bisa menjadi pemicu migrain. Salah satunya adalah makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Maka dari itu, Saat Migrain Menyerang, Hindari Makanan Berikut Ini.

Saat Migrain Menyerang, Hindari Makanan Berikut Ini

Saat Migrain Menyerang, Hindari Makanan Berikut Ini | Sebagian orang mungkin pernah terkena migren. Serangan sakit kepala migrain yang dirasakan lebih menyiksa dan terkadang datang tiba-tiba. Penderita migrain akan merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukuli dan ditarik-tarik dan biasanya disertai dengan gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah.

Penderitanya pun cenderung menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara dan bau-bauan. Hal itu tentu amat mengganggu dan bisa menghambat segala aktifitas si penderita.

Apa sebenarnya migren itu? Pramono ahli gizi dari Banjarmasin menjelaskan dalam tulisannya di grup Gerakan Sadar Gizi, sakit kepala migren merupakan salah satu bentuk sakit kepala yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah. Sakit ini akibat terjadinya suatu kombinasi antara vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan dilepaskannya suatu zat kimia dari serat – serat saraf yang menyelimuti pembuluh darah tersebut. Saat migren menyerang, arteri temporal (arteri yang berjalan disekitar pelipis) akan melebar.

Pelebaran ini akan menyebabkan terjadinya peregangan pada serat saraf disekitar arteri sehingga merangsang serat saraf ini melepaskan zat kimia. Zat ini akan menyebabkan terjadinya peradangan, dan rasa sakit yang luar biasa,” tulis Pramono.

Dia menyarankan bagi mereka penderita migren, perlu memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa makanan dibawah ini perlu dihindari:

  • Cokelat

Cokelat bisa menjadi makanan pemicu migrain, terutama pada orang-orang yang sensitif. Menurut American Migraine Foundation, coeklat merupakan pemicu migrain paling umum kedua setelah alkohol. Sekitar 22% orang yang mengalami migrain menganggap cokelat sebagai salah satu pemicunya. Mereka merasakan migrain setelah makan cokelat.

Ini mungkin tidak terjadi pada semua orang. Namun, bagi Anda yang merasa migrain setelah makan cokelat, Anda mungkin harus menghindari makan cokelat dalam jumlah banyak. Kandungan feniletilamin dan kafein dalam cokelat bisa menjadi alasan mengapa cokelat memicu migrain.

  • Daging olahan

Sosis dan ham merupakan contoh daging olahan yang dapat memicu migrain. Kandungan nitrat dan nitrit sebagai pengawet pada daging olahan dapat memperlebar pembuluh darah sehingga dapat memicu migrain pada beberapa orang. Jadi, mungkin tidak semua orang akan mengalami migrain setelah mengonsumsi daging olahan.

Baca Juga : Obat Rahim Kering

  • Makanan atau minuman dingin

Makanan atau minuman dingin seperti es krim juga dapat menjadi makanan pemicu migrain, terutama pada orang yang sensitif. Sebuah penelitian menemukan bahwa makanan dingin dapat memicu migrain pada 74% dari 76 penderita migrain yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut. Sedangkan, hanya sebanyak 32% partisipan yang menderita sakit kepala non-migrain dapat mengalami sakit setelah mengonsumsi makanan dingin.

Rasa menusuk di kepala yang dirasakan setelah makan makanan dingin terlalu cepat dapat membuat Anda mengalami migrain. Hal ini lebih mungkin terjadi ketika Anda merasa terlalu panas atau setelah berolahraga. Puncak rasa sakit terjadi sekitar 30-60 detik. Hal ini lebih mungkin terjadi pada orang yang memang menderita migrain, tapi biasanya rasa sakitnya cepat hilang. Jika Anda merasakan hal tersebut, sebaiknya konsumsi makanan atau minuman dingin secara perlahan.

  • Makanan yang mengandung MSG

Makanan kemasan yang mempunyai rasa gurih pada umumnya mengandung MSG (monosodium glutamat). Beberapa orang melaporkan bahwa MSG sering menjadi pemicu migrain. The American Migraine Foundation mencatat sebanyak 10-15% orang mengalami sakit kepala migrain setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG.

  • Makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan

Pemanis buatan, seperti aspartam yang biasa ditambahkan dalam makanan atau minuman juga dapat memicu migrain pada penderita migrain. Menurut salah satu penelitian, lebih dari 50% dari 11 partisipan dalam penelitian tersebut mengalami peningkatan frekuensi migrain setelah mengonsumsi makanan yang mengandung aspartam dalam jumlah besar. Sebagian penderita migrain mungkin sensitif terhadap aspartam. Pengaruhnya mungkin berbeda antar individu.

  • Kopi, teh, dan minuman bersoda

Ketiga minuman berkafein ini juga termasuk beberapa yang dapat memicu migrain. Kandungan kafein dalam ketiga minuman tersebut sering dikaitkan dengan migrain. Walaupun kafein dirasa dapat membantu menghilangkan migrain, namun tidak mengonsumsi atau mengurangi konsumsi minuman berkafein secara drastis dari biasa mengonsumsinya dalam jumlah tinggi justru dapat memicu migrain. Hal ini mungkin membuat orang yang terbiasa minum kopi menjadi sulit untuk menghentikan kebiasaannya.

Untuk menghindari migrain, sebaiknya kurangi konsumsi minuman berkafein Anda secara perlahan jika Anda ingin menghentikan kebiasaan tersebut.

Baca Juga : Manfaat Rutin Konsumsi Minyak Ikan Bagi Kesehatan

– Saat Migrain Menyerang, Hindari Makanan Berikut Ini –

Saat Migrain Menyerang, Hindari Makanan Berikut Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *