Siapa bilang jerawat hanya jadi masalah bagi remaja dan anak-anak yang baru puber? Faktanya, banyak orang dewasa usia 30-an, 40-an bahkan 50-an masih belum terlepas dari masalah jerawat. Ini dia Penyebab Jerawat Masih Muncul Di Usia 30-an Serta Cara Mengatasinya

Selamat datang di salah satu website Alfian Herbal agne resmi Green World Global yaitu pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya yang menjual berbagai jenis suplemen dan vitamin yang terbuat dari bahan alami tanpa terkontaminasi bahan kimia.

Penyebab Jerawat Masih Muncul Di Usia 30-an Serta Cara Mengatasinya

Penyebab Jerawat Masih Muncul Di Usia 30-an Serta Cara Mengatasinya

Penyebab Jerawat Masih Muncul Di Usia 30-an Serta Cara Mengatasinya — Di usia 30 tahun, memiliki tampilan yang fresh, cerah dan menarik tentunya akan menjadi solusi yang sangat penting untuk anda lakukan. Tidak heran jika tampil lebih muda setiap harinya bahkan tampil menarik tentunya di inginkan oleh banyak orang.

Tapi ternyata tak sedikit wanita yang masih ‘memerangi’ jerawatnya di usia dewasa, bahkan setelah mereka berusia 30 hingga 40 tahunan. Menurut studi dari WhatClinic, 88 persen ahli kulit menyatakan sekitar sepertiga orang di atas 35 tahun memiliki masalah dengan noda dan jerawat.

Penyebab Jerawat Di Usia 30-an

  • Hormon

Naik-turunnya hormon sebelum menstruasi bisa jadi salah satu penyebab utamanya. Dijelaskan dermatologist Julia Tzu, M.D., dari Wall Street Dermatology, hormon yang paling berperan memunculkan jerawat adalah androgen, yang biasanya melonjak naik mendekati masa menstruasi, menyebabkan ketidakseimbangan sebum kulit. Jerawat karena hormon umumnya terdapat pada dagu, leher dan punggung. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya jerawat akibat faktor yang satu ini. Anda bisa meminimalisirnya dengan lebih banyak mengonsumsi minum air putih, rajin membersihkan wajah dan menggunakan obat totol jerawat.

  • Stress

Masih berkaitan dengan hormon, namun kali ini pemicunya adalah hormon stres. Saat stres karena pekerjaan, masalah keuangan, percintaan atau persoalan lainnya, tak perlu heran jika Anda mendapati jerawat bermunculan. Itu juga menandakan bahwa tingkat stres Anda sudah cukup tinggi.

“Ketika Anda stres, kelenjar adrenal (terdapat di dekat ginjal) mulai memproduksi hormon stres yang disebut kortisol, dan melepaskannya untuk membantu tubuh mengatasi stres,” jelas dokter kulit Neal Schultz, M.D.

Sayangnya, produksi hormon ini juga membuat hormon testosteron meningkat. Pada wanita, hormon seks pria ini bisa memicu produksi kelenjar minyak secara berlebih sehingga menyumbat pori dan menyebabkan jerawat. Kenali penyebab stres Anda, lalu atasi dengan memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk lebih relaks. Misalnya dengan berlibur, pergi ke spa atau aromaterapi.

  • Polusi

Wanita yang tinggal di kota besar, umumnya cenderung lebih bermasalah dengan kulitnya ketimbang wanita yang menetap di pedesaan. Mau tahu darimana datangnya jerawat yang ‘menghiasi’ wajah Anda? Bisa jadi itu berasal dari polusi. Dokter Neal mengatakan, “Polusi udara akan membentuk lapisan kotor di permukaan wajah.”

Hanya butuh 30 menit untuk membuat polusi serta kotoran menempel pada wajah Anda. Bayangkan jika sehari-harinya Anda berada di luar rumah dan terkena polusi dari asap knalpot, rokok atau industri. Maka dari itu usahakan memakai masker ketika bepergian, gunakan krim/lotion wajah anti polusi dan bersihkan wajah sebelum tidur.

  • Pakai Produk Yang Salah

Penggunaan produk perawatan kulit atau kosmetik tak sesuai jenis kulit juga bisa memicu jerawat. Misalnya apabila Anda memiliki kulit berminyak atau kombinasi yang rentan berjerawat, maka gunakan produk berlabel ‘oil free’, ‘non-comedogenic’ atau ‘water based’. Hindari yang berbasis minyak atau mengandung pelembab tinggi. Akan lebih baik jika produk yang digunakan bertekstur ringan dan tidak menyumbat pori. Untuk kosmetik, pilih jenis bedak tabur, alas bedak berbentuk gel atau cair dan blush-on bubuk/gel.

  • Terlalu Sering Membersikan Wajah

Rajin membersihkan wajah adalah kebiasaan baik. Tapi bukan berarti Anda bisa membersihkan wajah sesering mungkin karena bisa membuat kulit iritasi dan timbul jerawat.

“Membersihkan wajah secara berlebihan bisa membuat jerawat bertambah parah. Lebih dari dua kali sehari sudah terlalu sering dan justru membuat kulit bertambah kering, menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak minyak untuk melembabkannya,” tutur dermatologist Rebecca Kazin, M.D., F.A.A.D., dari Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery.

  • Makanan

Gorengan, makanan berlemak, kacang-kacangan dan kafein disebut-sebut sebagai makanan penyebab jerawat. Namun hingga saat ini belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa makanan tertentu bisa memunculkan jerawat. Namun bagi beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap kandungan makanan tertentu yang membuat wajahnya berjerawat.

Misalnya saja jika memiliki intoleransi laktosa (tubuh tidak memiliki enzim yang bisa mencerna gula laktosa dari susu), maka saat minum susu dan produk olahannya, ia bisa mengalami sakit perut atau timbul jerawat. Begitu pula dengan kacang, jika tubuh seseorang sensitif atau alergi terhadap kacang hal yang sama bisa terjadi.

“Kalau Anda berjerawat saat makan cokelat, maka jangan makan cokelat,” terang Neal.

Makanan yang disarankan Neal patut dibatasi konsumsinya jika wajah Anda mudah berjerawat, adalah yang mengandung yodium. Beberapa contohnya lobster, udang, kepiting, daun kelp dan bayam. “Yodium bisa memicu jerawat saat dikonsumsi berlebihan,” ungkapnya.

  • Terlalu Banyak konsumsi Gula

Faktor lain yang berpotensi memicu jerawat adalah makanan bergula tinggi. Saat mengonsumsi makanan kaya gula, hormon insulin yang berfungsi mengendalikan penggunaan karbohidrat dan lemak meningkat. Tak hanya itu, hormon yang dihasilkan kelenjar pankreas ini juga bisa meningkatkan hormon testosteron yang memicu produksi minyak berlebih. Untuk mencegah timbulnya jerawat, sebaiknya kurangi konsumsi karbohidrat, terutama karbohidrat sederhana seperti nasi putih, mie, lontong, atau makanan manis mengandung gula olahan.

Cara Mengatasi Jerawat Di Usia 30-an

  • Mengubah pola makan

Penyebab utama dari jerawat di usia 50-an adalah ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Maka, sangat penting untuk mengontrol pola makan. Ini akan dapat membantu menormalkan gangguan hormonal dalam tubuh Anda. Sertakan juga sumber asam lemak omega-3 dalam menu harian Anda.

  • Membersihkan wajah secara teratur

Cuci wajah Anda dua kali (atau lebih) dalam sehari untuk mencegah munculnya jerawat. Mencuci wajah dapat membantu menghilangkan kotoran dan debu dari kulit, yang sering menyumbat pori-pori kulit. Gunakan sabun wajah yang mengandung asam salisilat untuk membersihkan kulit. Jangan gunakan produk berkualitas rendah yang dapat merusak kulit.

  • Coba Penguapan wajah

Teteskan minyak pohon teh ke dalam baskom berisi air panas. Dekatkan wajah Anda ke atas baskom dan tutup kepala Anda dengan handuk. Minyak pohon teh dapat membantu membuka pori-pori kulit yang tersumbat, yang pada gilirannya bisa membantu mengembalikan keseimbangan Ph kulit. Setelah melakukan penguapan pada wajah, keringkan wajah dengan handuk hangat dan oleskan beberapa tetes minyak pohon teh pada kulit.

  • Detoksifikasi kulit

Berlatihlah beberapa teknik pernapasan saat Anda sedang bermeditasi. Berlatih yoga setiap hari dapat memurnikan kulit Anda secara internal. Teknik ini juga membantu menyembuhkan kondisi jerawat yang parah pada kulit. Sebab, stres juga menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat.

Itulah beberapa masalah yang menyebabkan jerawat anda bisa tumbuh dengan mudah. nah, setelah membaca artikel Penyebab Jerawat Masih Muncul Di Usia 30-an Serta Cara Mengatasinya diatas, rutin menjaga kesehatan kulit adalah solusi untuk mendapatkan tampilan yang menarik dan bersih kapan saja.

Terus kunjungi situs http://manfaatkoloklincapsuleuntukkesehatan.com untuk update informasi mengenai kesehatan lainnya.

Penyebab Jerawat Masih Muncul Di Usia 30-an Serta Cara Mengatasinya

Penyebab Jerawat Masih Muncul Di Usia 30-an Serta Cara Mengatasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *