Ibarat katak dalam tempurung, peribahasa tersebut sudah seringkali menggambarkan kondisi seseorang yang menghadapi sesuatu namun tak menemukan solusi bagi dirinya. Apakah demikian halnya dengan pasien yang mengalami problem kaki gelisah? Sebelumnya mengetahui cara mengobati kaki gelisah, ketahui terlebih dahulu Penyebab dan Gejala Sindrom Kaki Gelisah

Selamat datang kembali di salah sstu website Alfian Herbal yang merupakan agen resmi Green World Global yaitu pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya yang menyediakan berbagai suplemen dan vitamin yang terbuat dari bahan-bahan alami berkhasiat tanpa terkontaminasi bahan kimia.

Mengenal Penyebab dan Gejala Sindrom Kaki Gelisah

Mengenal Penyebab dan Gejala Sindrom Kaki Gelisah

Mengenal Penyebab dan Gejala Sindrom Kaki Gelisah – Dikenal juga sebagai Penyakit Willis-Ekbom atau Sindrom Wittmaack-Ekbom, sindrom kaki gelisah / restless leg syndrome (RLS) adalah kelainan umum yang mempengaruhi sistem saraf tubuh. Kelainan pada saraf ini ditandai dengan dorongan kuat, yang biasanya sulit dilawan, untuk terus menggerak-gerakkan kaki, seperti nama penyakitnya. Namun, dalam beberapa kasus, dorongan untuk harus menggerakkan ini tidak hanya terbatas untuk kaki saja, tetapi juga untuk tangan, kepala, dan juga badan. Dalam beberapa kasus yang lebih langka, pasien merasakan gejala serupa di anggota badan yang sudah tidak ada karena diamputasi.

Orang-orang yang merasakan gejala tersebut merasakan dengan menggerakkan kakinya (atau bagian tubuh lain) dorongan tersebut dapat dihilangkan untuk sementara waktu. Sensasi ini dihubungkan dengan rasa gatal, rasa geli, atau rasa ada sesuatu yang bergerak merayap di dalam tubuh. Beberapa pasien melaporkan bahwa dorongan tersebut makin terasa saat mereka sedang mencoba untuk tidur atau saat sedang santai, belajar, membaca, atau saat mereka sedang ingin melakukan sesuatu dengan tenang.

Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengalami kondisi tersebut juga mengalami bergeraknya tungkai lengan dan tangan mereka sendiri selama tidur lelap (kondisi yang juga dikenal sebagai kelainan pergerakan tungkai periodik). Keberadaan kelainan ini biasanya menandakan seseorang mengalami sindrom kaki gelisah.

RLS dianggap sebagai penyakit spektrum, di mana beberapa pasien merasakan gangguan ringan, sedangkan sebagian pasien mengalami dengan tingkat yang lebih parah sampai menjadi kelainan gangguan tidur (yang dapat mempengaruhi hidup pasien secara serius).

Penyebab Sindrom Kaki Gelisah

Banyak peneliti dan ahli kesehatan berpendapat bahwa sindrom kaki gelisah disebabkan oleh kurangnya zat besi. 20% pasien yang mengalami kondisi ini terbukti memiliki kandungan zat besi 50 microgram per liter besi, walaupun lebih dari 70% pasien memiliki kandungan zat besi yang lebih dari cukup dalam darah. RLS biasanya dikaitkan dengan berbagai kondisi, masalah, dan penyakit lainnya, seperti kekurangan magnesium atau folat, kesulitan tidur, diabetes, Penyakit Parkinson, Penyakit Celiac, varises, fibromyaglia, uremia, dan arthritis reumatik. Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil juga rentan mengalami kondisi ini.

Beberapa penyebab umum dari sindrom kaki gelisah adalah:

  • ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder – Kelainan Hiperaktif): Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang dekat antara kelainan hiperaktif dan sindrom kaki gelisah, karena adanya ketidakmampuan seseorang memproduksi zat dopamin, suatu zat neurotransmitter yang akan menstimulasi beberapa zat lain dalam tubuh seperti zat epiferin (adrenalin). Para peneliti menemukan lebih dari 40% pasien ADHD juga mengalami sindrom kaki gelisah, dan lebih dari 20% pasien RLS mengalami ADHD (atau gejala kelainan tersebut).
  • Beberapa obat: Penelitian menunjukkan bahwa beberapa macam obat seperti antihistamin, antiemetics, obat-obatan penenang/hipnosis, obat antidepresan, anticonvulsant, dan antipsikotik dapat menyebabkan sindrom kaki gelisah. Pada pasien yang sudah dideteksi mengalami RLS, konsumsi obat-obatan tersebut dapat memperparah terjadinya gejala sindrom ini.
  • Faktor genetik: Banyak pasien RLS juga memiliki anggota keluarga yang memiliki kondisi serupa, dan penelitian menunjukkan bahwa sindrom kaki gelisah memang dapat menurun.

Gejala Utama Sindrom Kaki Gelisah

Sindrom kaki gelisah dapat mulai dirasakan dari saat kecil, di mana gejalanya dapat berkembang atau tetap sama seiring berjalannya waktu. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Yayasan Sindrom Kaki Gelisah untuk anggotanya, lebih dari 40% responden menyatakan bahwa sindrom yang mereka alami sudah muncul sebelum mereka mencapai usia 20 tahun.

Salah satu gejala yang paling umum adalah sensasi yang tidak nyaman di bagian kaki, yang juga dapat dirasakan di beberapa bagian tubuh lain, seperti pada perut dan pada lengan. Rasa tidak nyaman ini biasanya diikuti dengan dorongan yang sangat kuat untuk menggerakkan kaki atau lengan, yang bagi para pasien, dapat membuat dorongan tersebut hilang dan membuat pasien merasa nyaman. Beberapa pasien menggambarkan sensasi yang dirasakan dengan berbagai macam, dari rasa sakit, gatal, rasa sesuatu yang menjalar, atau seperti ditusuk banyak jarum. Dalam beberapa kasus, sesnsasi yang dirasakan dapat berupa rasa kebas pada tangan atau kaki. Pada umumnya, pasien mengalami sensasi tersebut saat mereka sedang terdiam, atau saat istirahat, duduk, atau berbaring.

Gejala yang dirasakan dapat beragam, dari yang tidak terlalu sakit sampai sakit sekali, dan dapat juga hanya dirasakan pada salah satu bagian tubuh saja. Beberapa pasien melaporkan bahwa mereka tidak merasakan sesnsasi di bagian kaki dan tangan atau badan, tetapi merasa gelisah dan ada dorongan untuk selalu menggerakkan bagian tubuh tertentu.

Menggerakkan bagian tubuh tersebut akan membuat rasa nyaman secara langsung, meskipun hanya untuk sementara. Beberapa pasien mencoba untuk menahan sensasi yang dirasakan, tetapi ada juga yang lebih memilih untuk langsung melakukan aktivitas fisik, seperti bersepeda, yoga, dan meregangkan tubuh. Banyak pasien merasakan bahwa menggoyang-goyangkan kaki secara cepat atau menggerakkan kaki kesana kemari dapat menghilangkan sensasi yang dirasakan. Ahli medis melaporkan bahwa aktifitas yang menghasilkan sensasi tersebut dapat berbeda pada satu orang dan orang lainnya.

Sindrom kaki gelisah juga dapat mempengaruhi kemampuan tidur pasien, terutama jika sindrom ini terjadi di saat malam. Banyak pasien melaporkan bahwa gejala yang mereka rasakan biasanya terasa lebih buruk di saat malam, dan lebih buruk lagi saat mereka sedang mencoba untuk tidur. Namun, RLS juga dapat muncul di saat pagi. Pada umumnya, sebagian besar pasien merasakan gejala ini di saat mereka sedang berdiam diri atau dalam kondisi rileks.

Pusat Kesehatan Amerika Serika menyatakan 4 kriteria yang menandakan RLS. Pertama, pasien merasakan dorongan kuat untuk selalu menggerakkan tungkai kaki atau lengan (meskipun tanpa sensasi tertentu pada lengan dan kaki). Kedua, sensasi yang dirasakan biasanya dapat hilang dengan melakukan suatu aktivitas. Ketiga, sensasi yang dirasakan biasanya memburuk saat sedang istirahat. Terakhir, gejala yang dirasakan memburuk pada waktu malam.

Cara Mengatasi Kaki Gelisah

Ingat bahwa sindrom ini bersifat permanen bila tidak ditangani. Berikut adalah beberapa anjuran penanganan RLS yang kamu bisa dilakukan sendiri.

  • Kompres kaki dengan air dingin atau air panas, mana pun yang membuat Anda merasa nyaman. Perubahan suhu dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Selain mengompres, Anda juga bisa mandi atau berendam dengan air hangat.
  • Pijat kaki untuk membuat otot lebih relaks sehingga dapat meringankan gejala RLS.
  • Mengubah gaya hidup, seperti membatasi konsumsi minuman beralkohol dan kafein serta berhenti merokok. Para peneliti meyakini bahwa ada kaitan antara gaya hidup dengan frekuensi terjadinya gejala RLS. Oleh karena itu, mulailah gaya hidup sehat yang mencakup makanan sehat. Selain itu, sebagian obat-obatan juga bisa menyebabkan kesulitan bagi otot untuk berelaksasi atau bisa juga menyebabkan insomnia. Bila Anda mengalaminya setelah mengonsumsi obat, konsultasikan kepada dokter apakah Anda perlu menghentikan atau mengganti obat.
  • Lakukan rutinitas tidur yang teratur dan cukup, misalnya tidur pada jam yang sama tiap hari. Kebiasaan ini dapat membantu Anda untuk bisa tidur dengan lebih baik. Jangan lupa untuk menjauhkan hal-hal yang bisa mengganggu tidurmu. Mematikan sorotan cahaya yang terlalu terang seperti lampu dan cahaya TV, mungkin dapat membantu.
  • Kelola stres dengan baik karena stres sering kali berkontribusi kepada terjadinya RLS. Lakukan teknik relaksasi, seperti meditasi dan teknik pernapasan, serta berusaha berpikir positif. Melakukan yoga juga dapat membantu mengurangi stres. Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita RLS yang melakukan yoga mengalami penurunan tingkat stres sekaligus mengurangi gejala RLS.
  • Olahraga rutin merupakan salah satu langkah paling efektif untuk mencegah kembalinya gejala RLS. Cobalah untuk melakukan olahraga ringan, seperti jalan pagi, joging, atau aktivitas lainnya yang berfokus di area kaki. Yayasan RLS di Amerika menyatakan bahwa penderita RLS yang rutin berolahraga selama 30-60 menit per hari berpotensi memiliki kebiasaan tidur yang lebih baik, tingkat kelelahan yang berkurang, serta gejala RLS yang berkurang.
  • Konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter, terutama bila Anda memiliki defisiensi atau kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin C atau E. Ini karena RLS dikaitkan dengan rendahnya kadar kelompok vitamin tersebut. Jika RLS disebabkan oleh anemia defisiensi besi, dokter akan memberikan suplemen zat besi.

Jika gejala yang dialami cukup berat, dokter mungkin akan memberikan pengobatan untuk mengatur level dopamin, obat antinyeri, obat untuk membantu tidur, ataupun obat levodopa.

Itulah tadi informasi mengenai sindrom kaki gelisah serta penyebab dan gejala sindrom kaki gelisah dan cara mengatasinya yang dapat kami uraikan. Semoga informasi diatas ada manfaatnya.

Terus kunjungi situs http://manfaatkoloklincapsuleuntukkesehatan.com untuk update informasi menarik dan bermanfaat seputar kesehatan

Mengenal Penyebab dan Gejala Sindrom Kaki Gelisah

Mengenal Penyebab dan Gejala Sindrom Kaki Gelisah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *