Bentuk minyak ikan yang mudah dikonsumsi kian membuat banyak orang mengkonsumsinya dengan mudah. Beberapa manfaat minyak ikan pun bisa didapat bila mengkonsumsinya dengan rutin. Simak Manfaat Rutin Konsumsi Minyak Ikan Bagi Kesehatan dibawah ini.

Manfaat Rutin Konsumsi Minyak Ikan Bagi Kesehatan

Manfaat Rutin Konsumsi Minyak Ikan Bagi Kesehatan | Ikan-ikanan dari laut dalam sejak lama dipercaya baik untuk menjaga kesehatan. Hal itu karena makanan laut seperti salmon, mackerel, sarden dan belut memiliki minyak ikan yang kaya akan vitamin D, protein sehat, vitamin B, selenium serta asam lemak omega-3 yang termasuk dalam kategori lemak sehat.

Selain itu minyak dalam ikan-ikanan tersebut juga mengandung eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) yang baik untuk perkembangan otak anak. Sejumlah pakar kesehatan merekomendasikan konsumsi ikan berminyak ini sebanyak 140 gram per minggu untuk mendapatkan manfaat masimalnya. Ini sejumlah manfaat dengan mengasup minyak ikan secara rutin :

  • Baik untuk kesehatan jantung

Minyak ikan bisa meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik. Konsumsi minyak ikan juga dapat menurunkan trigliserida (sejenis lemak dalam tubuh yang bisa menjadi sumber energi) hingga sekitar 15-30 persen. Dalam dosis kecil, minyak ikan dapat membantu mengurangi tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Selain itu, minyak ikan dapat mencegah plak yang terbentuk di arteri. Lalu pada orang yang berisiko jantung, minyak ikan dapat mengurangi terjadinya aritmia yang fatal, yaitu ritme jantung abnormal yang bisa menyebabkan serangan jantung pada kasus tertentu.

  • Membantu mengobati gangguan mental tertentu

Otak Anda terdiri dari hampir 60 persen lemak, dan sebagian besar lemak ini adalah asam lemak omega-3. Oleh karena itu, omega-3 sangat penting untuk fungsi otak normal.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan gangguan mental tertentu memiliki kadar omega-3 yang rendah. Karena itu, konsumsi minyak ikan dapat mencegah timbulnya atau memperbaiki gejala beberapa gangguan mental, seperti mengurangi risiko gangguan psikotik pada mereka yang berisiko. Konsumsi minyak ikan dalam dosis tinggi dapat mengurangi beberapa gejala skizofrenia dan gangguan bipolar.

  • Membantu mengurangi berat badan dan lingkar pinggang

Seseorang dikategorikan obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih besar dari 25. Secara global, sekitar 39 persen orang dewasa memiliki berat badan berlebih, dan 13 persen di antaranya mengalami obesitas. Obesitas secara signifikan dapat meningkatkan risiko penyakit seperti jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa minyak ikan dapat memperbaiki komposisi tubuh dan faktor risiko penyakit jantung pada orang gemuk. Namun, ada juga satu penelitian yang mengatakan bahwa suplementasi minyak ikan tidak menurunkan berat badan pada individu yang obesitas secara signifikan, tetapi lebih mengurangi lingkar pinggang dan rasio pinggang terhadap pinggul. Agar lebih optimal kombinasikan konsumsi minyak ikan dengan diet dan olahraga.

  • Membantu kesehatan mata, terutama pada usia lanjut

Sama halnya dengan otak, lemak omega-3 merupakan bagian penting dari struktur mata. Karena faktanya, orang-orang yang tidak mendapatkan cukup omega-3 memiliki risiko terkena gangguan mata yang lebih besar.

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mata juga ikut menurun yang dapat menyebabkan degenerasi makular terkait usia (age-related macular degeneration atau AMD). Makan ikan memang bisa membantu mencegah AMD, namun konsumsi suplemen minyak ikan diyakini membawa hasil lebih optimal. Menurut sebuah studi, konsumsi minyak ikan dosis tinggi selama 4,5 bulan dapat memperbaiki penglihatan pada semua pasien AMD. Meski demikian, karena studi ini berskala kecil, perlu dilakukan studi pendukung lain.

  • Mengurangi peradangan dan gejala inflamasi

Peradangan adalah cara sistem kekebalan tubuh melawan infeksi dan mengobati luka. Peradangan terkadang terjadi dalam waktu lama, yang disebut peradangan kronis. Hal ini dapat memperburuk beberapa penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, depresi dan penyakit jantung. Dalam kasus ini, mengurangi peradangan dapat membantu mengobati gejala penyakit-penyakit tersebut.

Minyak ikan memiliki khasiat antiinflamasi dan dapat membantu mengobati penyakit yang menyebabkan peradangan kronis. Misalnya, pada seseorang yang mengalami stres dan obesitas, minyak ikan dapat mengurangi produksi gen molekul inflamasi yang disebut sitokin.

Selain itu, suplemen minyak ikan secara signifikan dapat mengurangi nyeri sendi dan kekakuan pada penderita artritis reumatoid, yaitu peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian.

  • Bagus untuk kulit

Kulit adalah organ terbesar di tubuh manusia dan mengandung banyak asam lemak omega-3. Kesehatan kulit bisa menurun saat usia bertambah, terutama pada usia tua atau keadaan terlalu banyak terpapar sinar matahari. Ada sejumlah kelainan kulit yang bisa diperbaiki dari mengonsumsi minyak ikan, yaitu psoriasis dan dermatitis.

  • Membantu perkembangan janin dan kehidupan pertama bayi

Asam lemak omega-3 dari minyak ikan sangat penting dikonsumsi ibu hamil selama masa kehamilan dan masa menyusui pada kehidupan awal bayi. Suplementasi minyak ikan pada ibu hamil dan ibu menyusui dapat memperbaiki dan meningkatkan koordinasi tangan dan mata pada bayi.

  • Mengurangi lemak hati

Hati memproses sebagian besar lemak di tubuh Anda, dan mengonsumsi minyak ikan dapat memperbaiki fungsi hati dalam mencegah penyakit perlemakan hati. Penyakit hati sering terjadi pada orang gemuk. Pemberian suplemen ikan diyakini dapat membantu mengurangi lemak di hati, serta gejala penyakit hati berlemak yang bukan karena konsumsi alkohol.

  • Menurunkan risiko depresi dan kecemasan

Selain mental, depresi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik seseorang. Gangguan imun, gangguan pencernaan, gangguan jantung, dan masalah berat badan adalah beberapa di antaranya. Dalam sebuah penelitian, ditemukan fakta bahwa orang dengan depresi berat memiliki tingkat omega-3 darah yang rendah. Karenanya, omega-3 sangat diperlukan untuk mencegah dan mengatasi gejala depresi. Dan sebuah penelitian lainnya menyebutkan bahwa minyak ikan yang kaya akan EPA lebih efektif dalam mengurangi gejala depresi daripada kandungan DHA.

  • Meningkatkan kemampuan anak membaca

Sebuah studi di Universitas Oxford, Inggris, yang melibatkan 362 anak berusia 7-9 tahun, mengungkapkan manfaat omega-3 terhadap kemampuan anak membaca. Para responden ini diberi suplemen minyak ikan sebagai sumber omega-3 dengan dosis 600 mg selama 16 minggu.

Jumlah itu sebenarnya tidak signifikan untuk keseluruhan sampel. Meskipun begitu, setelah rutin mengonsumsi bahan makanan sumber omega-3, kemampuan membaca anak-anak yang semula rendah kemudian menjadi meningkat dalam tiga minggu dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan suplemen plasebo atau tidak punya zat aktif.

  • Gigi dan gusi menjadi sehat

Minyak ikan ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kecerdasan anak. Penelitian dari Jepang menunjukkan bahwa minyak ikan juga bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut. Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Nutrition diungkapkan bagaimana relawan yang mengonsumsi minyak ikan selama lima tahun ternyata jarang mengalami masalah pada gigi dan gusi. Para peneliti dari Jepang menemukan rendahnya asupan asam lemak esensial omega-3 (EFA) dan docosahexaenoic acid meningkatkan peluang terjadinya perkembangan penyakit periodontal.

  • Mengurangi keinginan makan junk food

Anak doyan makan junk food? Coba minimalkan dengan konsumsi minyak ikan. Mengapa? Dari 185 studi yang pernah dilakukan ternyata terlihat, suplemen minyak ikan dapat meminimalkan efek junk food pada otak. Fakta ini diperoleh setelah tim peneliti dari University of Liverpool menganalisis studi-studi yang dilakukan di seluruh dunia untuk menentukan bukti manfaat suplemen asam lemak omega-3.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition mengindikasikan bahwa kegemaran mengonsumsi junk food dapat menghalangi proses yang dinamakan dengan neurogenesis atau proses pembentukan sel saraf baru. Sementara kebiasaan mengonsumsi bahan makanan yang kaya asam lemak omega-3 dapat mencegah efek negatifnya dengan merangsang area pada otak yang mengontrol makan, belajar, dan ingatan.

Tim peneliti menyimpulkan, minyak ikan tidak memiliki efek langsung pada proses tersebut dalam area di otak. Meskipun demikian, minyak ikan memiliki peran penting dalam mengurangi kemampuan karbohidrat atau gula dan lemak jenuh untuk menghambat kontrol otak terhadap keinginan makan.

Baca Juga : Alasan Wanita Lebih Panjang Umur Dibanding Dengan Pria

Manfaat Rutin Konsumsi Minyak Ikan Bagi Kesehatan

Manfaat Rutin Konsumsi Minyak Ikan Bagi Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *