Terlalu sering terpapar sinar matahari memang bisa menyebabkan flek hitam pada wajah. Tetapi, menghindari sinar matahari sebenarnya lebih merugikan, Inilah Akibatnya Jika Jarang Terpapar Sinar Matahari

Inilah Akibatnya Jika Jarang Terpapar Sinar Matahari

Inilah Akibatnya Jika Jarang Terpapar Sinar Matahari | Parahnya kemacetan di jalan memaksa kita untuk berangkat lebih pagi dan pulang lebih malam. Akibatnya, kita tak pernah ‘bertemu’ dengan matahari. Padahal sinar matahari, terutama pagi hari, mengandung banyak sekali manfaat. Seperti vitamin D yang dapat menguatkan tulang. Juga gelombang sinar infra merah jarak jauh yang dapat mendetoksifikasi racun dari dalam tubuh. Apa yang terjadi jika kita terlalu lama tidak terpapar sinar matahari?

Dilansir dari Kompas, Dalam laporan penelitian yang dimuat dalam Journal of Internal Medicine, disebutkan wanita yang menghindari sinar matahari beresiko dua kali lipat meninggal karena berbagai sebab, termasuk kanker kulit.

Sinar matahari adalah sumber utama vitamin D. Kekurangan vitamin ini sudah diketahui akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, serta kanker kulit yang agresif.

Penelitian mengenai efek jarang terkena sinar matahari tersebut memang dilakukan di Swedia yang tidak sepanjang tahun disinari matahari dengan responden wanita berkulit putih.

Tetapi, di negara yang bermandikan sinar matahari seperti Indonesia, cukup banyak penduduknya yang sebenarnya kekurangan vitamin D akibat takut terkena sinar matahari. Selain karena ada yang sengaja menghindari sinar matahari, banyak orang yang harus berangkat ke tempat kerja sebelum matahari terbit untuk menghindari kemacetan. Anak-anak juga kini semakin jarang yang bermain di luar rumah.

Padahal, vitamin D dari sinar matahari sangatlah berkhasiat, terutama matahari pagi, dari jam 6-9, serta matahari sore. Bahaya paling nyata jika jarang kurang vitamin D adalah risiko kerapuhan tulang atau osteoporosis. Akibatnya, tulang menjadi gampang patah.

Orang yang memiliki gejala asma juga disarankan untuk lebih sering berjemur di bawah sinar matahari. Penelitian juga mengungkapkan, kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko autisme. Disebutkan bahwa di negara-negara bagian yang banyak disinari ultraviolet beta, kasus autismenya hanya setengah dari negara-negara bagian yang musim panasnya terbatas.

Demikian informasi mengenai Akibat jarang terkena sinar matahari. Oleh karena itu disarankan sesibuk apapun anda, luangkanlah waktu 20 – 30 menit untuk mendapatkan sinar matahari, terutama di pagi hari. Maksimalkan dengan sambil berolahraga. Semoga bermanfaat..

Baca Juga : Tanda Serangan Jantung Yang Bisa Dilihat Sebulan Sebelum Terjadi | Alasan Jambu Biji Bisa Dijadikan Sebagai Obat Diare

Inilah Akibatnya Jika Jarang Terpapar Sinar Matahari

Inilah Akibatnya Jika Jarang Terpapar Sinar Matahari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *